Iklan

AdSense

Senin, 11 Juli 2016

Sejarah Titik Nol Kilometer Anyer - Panarukan

Hallo sahabat, kali ini tulisanku-ini membahas tentang wisata sejarah Titik nol km Anyer - Panarukan yang mungkin akan menjadi destinasi liburan sahabat selanjutnya. Untuk sahabat yang suka Travelling atau jalan-jalan sekaligus juga berkenalan dengan sejarah, tempat ini dirasa cocok dijadikan tujuan.
Tugu nol km Anyer - Panarukan

Selain di kenal keindahan pantainya, anyer pun mempunyai daya tarik tersendiri dengan Mercusuar-nya yang berdiri kokoh di pinggir jalan. Dibelakangnya, terdapat tugu nol km Anyer - Panarukan dekat bibir pantai yang cukup membuat mata sahabat "tersihir" akan birunya air laut dan langit di atasnya (kalau cuaca bagus sih).

Tugu nol km Anyer - Panarukan

Saya pun memang baru sekali berkunjung kesana, belum lama ini, sekitar bulan Desember 2015. Itu pun tidak di sengaja, karena pada saat itu tujuan saya bukan kesana. Tetapi melihat banyak wisatawan yang masuk, mulai dari mobil ber-plat B (Jakarta) sampai dengan bule dengan tas ala backpacker yang mampir juga kesitu, akhirnya saya pun ikut masuk (penasaran juga sih pengen tau).

Sebelum masuk kedalam (area parkir mobil/motor), saya sempatkan untuk makan siang (dulu) di resto yang tepat berada di sebrang jalan. Lagi-lagi karena tempat makan nya rame (bohong! bilang aja lu laper) dan biasanya itu enak, betul ga sahabat? :)) Btw waktu itu saya bareng pacar kesana nya sahabat (gak penting! Kenapa dibahas juga?).

Setelah selesai makan, akhir tiba saat nya untuk masuk kedalam. Daaannnn........
Ternyata parkiran penuh loh sahabat (ampe pusing nyari tempat kosong) tapi syukurnya ada orang yang keluar, jadi ada tempat kosong kan hehe.

Kembali ke topik, Titik nol km Anyer - Panarukan sejarahnya yang saya baca ternyata tempat pertama kalinya Herman Willem Daendels menginjakkan kakinya di Indonesia, dan itu disini, Banten. Dalam sejarahnya, Daendels merupakan Gubernur Jendral Hindia Belanda ke 36 yang memerintah dari Tahun 1808-1811. Selain membangun rute Batavia - Banten, pada Tahun 1809-1810, juga membangun jalan dengan panjang 1000 km dari Anyer - Panarukan. 

Kemudian Daendels membangun sebuah Mercusuar, yang pada akhirnya juga hancur ketika terjadi tragedi Krakatau Tahun 1883. Tidak lama setelahnya, atau dua tahun kemudian, dibangun kembali Mercusuar tersebut oleh Raja Belanda pada saat itu Z.M Willem III yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Menara ini juga membantu para kapal-kapal yang berlayar pada waktu malam, agar tidak tersesat akhirnya ~ (mirip lagu siapa ya?)

Mercusuar Anyer

Mercusuar ini memiliki tinggi 75, 5 meter dengan jumlah lantai 18. Di lantai paling atas ada lampu suar dengan penutup setengah bola yang bisa berputar 360 derajat. Lampu ini sahabat, cahayanya, katanya bisa menjangkau sampai dengan 20 mil (wow gitu). Tapi saya juga memang belum pernah masuk bahkan naik ke lantai paling atasnya, karena terus terang saya takut ketinggian sahabat (ngeles! bilang aja waktu itu rame, males antri, atau emang ga mau). Kalau cuaca cerah, kalian bisa melihat birunya air laut selaras dengan langitnya, begitu saya saksikan waktu itu sahabat. Memang tidak disarankan untuk berenang (apa lagi menyelam) karena ditempat ini karang dan batunya besar sahabat (sampe buat di pake moto juga bisa).
 
foto di atas batu karang hihi

Percis (tepat, red) di belakang foto di atas menunjukan seperti jalanan di tengah air laut? Iya! Betul sahabat! Bagi yang belum pernah, langsung aja cek beberapa gambar berikutnya yang saya abadikan menggunakan kamera hp. Jadi kualitas gambarnya seadaanya ya (yang penting kan moment tidak terlewatkan). Langsung aja check this out!
tampak depan
tampak belakang

Akhirnya catatan tulisanku-ini tentang Titik nol km Anyer - Panarukan sampai disini saja sahabat, mungkin lain kali dapat kita bahas tentang sejarahnya lebih detail lagi. Saya disini hanya berbagi saja, kebetulan juga memang pernah kesana. Mungkin lain kesempatan saya bisa kesana lagi (kalo ada yang mau nemenin hehe) terakhir dari saya, "Mari kita belajar dari sejarah, karena dengan kita tahu sejarah, kita dapat menghargai sejarah.." 

Terimakasih 

Minggu, 10 Juli 2016

Travelling Blogger #1 Lombok - Jogja - Semarang


Hallo sahabat, tulisanku kali ini bercerita tentang Travelling blogger #1 Lombok - Jogja - Semarang.
Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah
Sebenarnya tulisan ini adalah cerita lama yang pernah saya share di facebook atau instagram, beberapa gambar/fotonya pun pasti sahabat langsung tahu dimana di ambilnya.

Sahabat, tujuan saya menulis cerita ini tidak lain hanya ingin belajar menulis, yang memang sengaja saya tuangkan dalam ruang publik. Selain itu mungkin bisa bermanfaat, sebagai bahan referensi jalan-jalan sahabat semua kelak.

Awalnya hobi travelling ini dari "ketidaksengajaan" saya dalam mengikuti sebuah program dari salah salah satu kementerian. Program yang penugasannya di tempatkan di sebuah daerah di luar pulau jawa, bersamaan dengan itu saya mulai menjelajah dunia baru. Dunia yang membuka mata saya dan menegaskannya, bahwa Indonesia itu indah.

Sahabat tentu setuju bahwa keindahan Indonesia, negara kita, sangat bermacam potensi dan ragamnya. Mulai dari alamnya, baik gunung, bukit, puncak, laut, sungai, dan yang lainnya bahkan sampai dengan kulinernya.

Kali ini saya akan share pengalaman saya tentang wisata religi dan wisata sejarah, belajar memahami keragaman, kebudayaan dan sejarah bangsa kita lewat perjalanan.

Tanggal 07/05/2015 saya memutuskan untuk memulai perjalanan ini dari tempat tugas saya di Lombok, NTB, menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Memang saya sengaja berangkat lebih awal, walaupun pesawatnya baru berangkat keesokan harinya (08/05). Pukul 16.00 selepas shalat asyar saya memutuskan berangkat menuju Bandara International Lombok (BIL).
Airport, Lombok Tengah
Di Airport, semalaman saya berada disana (karena memang take off nya pun besoknya) dan memutuskan "begadang" alias tidak tidur, setelah tahu di airport wifi (free) tidak dimatikan. Alhasil waktu itu saya menghabiskan malam dengan ditemani smartphone dan tentunya free wifi. Sepanjang malam saya menikmati fasilitas airport lombok tersebut dengan memakainya untuk download film (saya lupa film apa).
Boarding Pass
Cek In, Airport Lombok
Keesokannya, atau sekitar jam 04.50 saya cek in dan boarding sampai sekitar 05.30 petugas dari maskapai tersebut meminta kami langsung menuju ke pesawat. Dan tentu di pesawat saya langsung tidur, hehe dan sekitar pukul 07.00 saya sudah berada di bandara adi sucipto Jogja. Wah.. Perasaan cepet banget perjalanan Lombok - DIY pagi itu sekitar kurang dari dua jam. Iya, mungkin karena perbedaan waktu Indonesia bagian tengah lebih cepat 1 jam dari pada waktu Indonesia bagian barat.
Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta



Di airport, di jogja, karena mata masih ngantuk, akhirnya saya putuskan untuk cepat mencari penginapan. Mencari penginapan yang nyaman dan tentunya terjangkau di jogja tidak sulit, kebetulan di sekitaran Jl.Malioboro banyak penginapan yang sesuai "kantong" saya. Termasuk untuk mencari jasa sewa motor pun mudah dan banyak, syaratnya KTP atau kartu tanda pengenal yang jadi jaminan. dan harga sewa nya pun relatif, sekitar 70-85 ribu per hari tergantung jenis motornya juga.
Jl. Malioboro, Yogyakarta
Keesokan harinya (09/05), saya langsung meluncur ke Semarang menggunakan sepeda motor, tujuannya wisata religi dan sejarah. Setelah sebelumnya saya melihat dan membaca beberapa artikel tentang itu. Wisata religi yang saya maksud tentu tempat-tempat ibadah/keagamaan. Yaitu, Masjid Agung Semarang Jawa Tengah, Sam Po Kong, Vihara Buddhagaya Watugong, Candi Gedong Songo, dan Lawang Sewu. 

Perjalanan Jogja - Semarang pada waktu itu mengandalkan GPS untuk mencari lokasi pertama yaitu Masjid Agung Semarang Jawa Tengah. Alhasil, perjalannan nya lebih banyak masuk gang kecil (bukan lewat jalan utama) dan itu pengalaman seru menggunakan teknologi GPS (Internet). Hehe tapi pada akhirnya tempat pertama itu berhasil ditemukan sebelum waktu dzuhur tiba.

Berikut ini beberapa gambar yang di abadikan menggunakan smartphone;

 
 
instagram.com/rian_wf
Setelah menunaikan ibadah shalat dzuhur, perjalanan di lanjukan, kali ini tujuannya Lawang Sewu. Tapi sebelumnya, saya putuskan untuk bermalam di semarang. Sempat berkeliling mencari penginapan yang murah, setelah sebelumnya mencari kurang lebih 1 jam. 

Sempat beristirahat sejenak, tanpa pikir panjang langsung otw ke lawang sewu sore harinya, habis shalat ashar, sekitar pukul 15.30. Saya memang baru pertama kali menginjakan kaki di Semarang Jawa Tengah, tentu rasanya ingin tahu dan melihat langsung Lawang Sewu. Dengan rasa penasaran yang teramat, akhirnya tiba juga di tempat tujuan.

Berikut ini beberapa gambar yang di abadikan menggunakan smartphone;

 
Perjalanan hari itu di tutup dengan jepretan di Lawang Sewu. ~

Keesokan harinya (10/05), sekitar pukul 07.30 sehabis sarapan, saya berangkat menuju tujuan wisata religi berikutnya yaitu Klenteng Gedung Batu Sam Po Kong. Sejarahnya yang saya baca dari wikipedia, Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Chen Ho. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislaman dengan di temukan tulisan yang berbunyi "Marilah kita sejenak mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an"


Sekitar kurang lebih 1 jam keliling di Sam Po Kong, sekedar mengabadikan beberapa gambar, perjalanan pun berlanjut menuju Vihara Buddhagaya Watugong. Lagi-lagi saya menggunakan GPS untuk sampai ke lokasi tujuan, dan memang tidak butuh waktu lama untuk sampai tempat tersebut.

Berikut ini beberapa gambar yang di abadikan menggunakan smartphone;

Sebelum waktu dzhur tiba, perjalanan di Kota Semarang di sudahi. Dan saya kembali ke Jogja untuk selanjutnya terbang lagi ke Lombok, tempat dimana saya ditempat tugaskan. Oh ya sempat waktu itu beli oleh-oleh Tahu Baso khas Ungaran "Silo" 


Bagaimana sahabat tertarik ber-wisata Religi dan Sejarah?

Terimakasih sudah sempat membaca Travelling blogger #1 Lombok - Jogja - Semarang.
Semoga sekelumit cerita ini memberikan inspirasi dan tentunya bermanfaat, khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi sahabat yang membaca tulisan ini.

Mohon maaf apabila ada kata yang salah dalam penulisan, atau ada kalimat yang kurang pas untuk di baca dan sebagainya. 

Sekian dan Terimakasih
Wassalam

Minggu, 26 Juni 2016

Cerpen: Aku memandanginya dari kejauhan...

Aku memandanginya dari kejauhan, tampak terlihat raut wajahnya pucat dan lelah.
Dengan tangan gemetar nya, dia mengambil air minum di sebuah cangkir gelas seperti biasanya.
Ku perhatikan perlahan dia meminum air putih itu, "glek..glek..glek.." sampai habis tak tersisa.
Lalu seketika mulutnya seperti berucap beberapa kata, "Alhamdulillah" dia berucap syukur.
Padahal hanya meminum air putih satu gelas, pikirku.
Dia memang sudah tak lagi muda, iya terlihat dari rambut yang hampir tak ada lagi yang berwarna hitam. Kerut keriput di wajahnya pun sangat jelas ku lihat, ditambah gerakan nya yang mulai melambat. Ah kasihan dalam hati aku bergumam, menghela nafas dan seakan aku hanya bisa mengelus dada.
Sepanjang hidupnya dia bekerja untuk kami sekeluarga, tanpa mengeluh sedikitpun, bahkan wajahnya tak pernah kelihatan marah.
Setiap pagi pergi ke sawah, setelah hampir sepuluh tahun pensiun sebagai pendidik. Karena katanya kalau mengandalkan uang pensiunan, tak bisa mencukupi kebutuhan.
Air mata tanpa terasa menetes keluar dari mataku, ah rasanya tak kuat aku melihatnya seperti itu. Sedih, padahal sudah aku bilang istirahat saja di rumah, biarkan aku saja yang bekerja. Tapi tetap saja dia tak mau, karena katanya, "Pendidikan itu penting, untuk masa depan kamu juga nantinya.." ujarnya dengan suara pelan dan batuk-batuk yang sangat menganggu.
Ku hapus air mataku, lalu aku berjalan kearahnya perlahan.
"Yah..." ku panggil dengan suara pelan.
Dia menengok ke arahku, sambil menyambut ku dengan senyuman.
Ku cium tangannya, "baru pulang A?" katanya, "iya yah..." sahutku.
"Kok ga kedengaran salamnya?" lanjutnya
"Iya, Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam.." jawabnya sambil tak hentinya tersenyum ke arahku.
"Alhamdulillah yah, Aa Minggu depan udah bisa sidang skripsi. Doain Aa yaa yah..."
Dia tersenyum lagi, seperti merasa bangga anak laki-laki nya sudah mau lulus kuliah.
Karena memang aku anak yang tertua, dan juga satu-satunya. Kedua adikku perempuan, yang juga bersekolah di SMA dan si bungsu di sekolah dasar.
Namun aku harus menerima kenyataan pahit ini, padahal hari ini tepat aku di wisuda.
Aku tak tahu harus bahagia atau sebaliknya, karena di hari ini pula bertepatan dengan 40 hari kepergian ayahku.
Aku yang belum bisa membahagiakan, padahal katanya dia ingin sekali melihat ku lulus kuliah dan di wisuda. Pasti dia bangga, karena hanya itu yang di inginkan.
"Yah... Aa di wisuda, ayah yang tenang disana yaa..doa Aa selalu untuk ayah di surga.." gumamku dalam hati
Ibuku yang dari kejauhan tampak berkaca-kaca, melihatku akhirnya berhasil juga. Mungkin ibu pun bangga, sama seperti ayah.
Pada akhirnya aku berusaha tegar, walau kadang sering aku melamun dan berandai-andai. Andai saja ayah masih ada, sepanjang hidupnya aku ingin membuat nya bangga. Dan tak mau membuat nya marah atau pun kesal, karena sikapku yang kadang tak tahu diri.
Walaupun ibu orang pertama yang paling berjasa dalam hidup ku, yang mengandungku 9 bulan, menyusuiku, membesarkanku, tapi ayah, pun demikian, sama seperti ibu.
*Buatlah bangga kedua orang tua, selagi beliau masih ada.
Moga bermanfaat..
Jakarta, 9 April 2016

Cerpen fiksi di tulis oleh Rian Rinaldi

Senin, 21 Maret 2016

Cerpen: Solo Backpacker III

Pergi travelling sendirian emang kadang banyak hal yang tak terduga, seperti yang gw alami pas di kereta. Kenalan sama nadia yang juga punya hobi yang sama, ya gw sama dia suka jalan ke pantai.

Sebenernya banyak gak enaknya juga pergi sendiri, selain ngenes liat orang pacaran (berduaan di kereta misalnya) gw juga kadang ngerasa sepi (karena ga ada temen ngobrol) tapi menurut gw, solo backpacker lebih seru apalagi jalannya jauh.

Balik lagi ke cerita gw...

Oh iya gw mau kasih tau (klarifikasi) kalo gw di jogja sama nadia (temen baru gw itu) ga nginep bareng (biar jelas aja hehe) kita emang dapet penginapan yang sama (karena harganya yang murah dan terjangkau) dan kebetulan juga tujuan kita di jogja sama.

Seharian kita jalan ke pantai, gw inget waktu itu gw pergi ke pantai parangtritis sama pantai timang. Seru sih, apa lagi gw ada yang nemenin hahaa tapi tetep aja ujung-ujungnya solo backpacker lagi sob (baca sampe selesai).

"Abis dari jogja kamu langsung ke lombok ya?" tanya gw sambil boncengin nadia di motor balik dari pantai.

"Niatnya sih gitu, soalnya udah beli tiket Jogja-Lombok" jawab dia waktu itu

"Oh kirain mau ikut ke surabaya" lanjut gw sambil ketawa

"Next time aja yaa.. Soalnya hari minggu harus balik ke jkt lagi.."

"Oh..." jawab gw dalam hati

Dialog singkat gw sama nadia di motor tadi bikin gw sadar kalo emang "takdir" gw emang jadi solo backpacker, dan emang ga seribet di temenin temen gitu.

Besoknya (hari sabtu) gw pamitan sama nadia, dia jalan ke bandara, dan gw lanjut ke stasiun lempuyangan.

"Kamu hati-hati ya, makasih udah nemenin aku seharian di jogja.." tulis nadia melalui pesan singkat bbm ke gw

"Iya sama2.." jawab singkat gw

Di surabaya, sekitar 7 jam perjalanan kereta api yang gw lalui sendirian lagi (akhirnya) gw sampe di stasiun gubeng, dan langsung cari penginapan di sekitaran situ. Lumayan capek, dan laper juga sih. Abis dapet penginapan, gw langsung jalan cari makan. Dan istirahat, besok baru jalan lagi. Zzzzz

Minggu pagi, di surabaya dengan cuaca yang bersahabat, cukup cerah dan gak begitu panas. Cocok buat mantai hehe okeh langsung gw otw lokasi yang emang udah gw incer.

"Dompet gw mana ya?" keluh gw dalam hati.

"Ah masa sih ga ada, atau lupa naro (simpen) gw" lanjut gw dalam hati sambil nyari-nyari di kantong saku celana.

"Masa sih ada yang nyopet?"

Rasa marah campur dengan segala macam, terakhir sampe mikir negatif gw.

Tapi bener aja emang ga ada, di cari-cari di tas dan saku jaket juga ga ada. Sial mungkin gw pikir, dan ga hati-hati nyimpen barang berharga tapi ah sudahlah.

Travellimg gw kali ini emang beda, beda banget. Mulai seneng dapet kenalan cwek, sampe gw ilang dompet. Kesannya lain, dan pelajaran berharga yang gw dapet di perjalanan kali ini, mesti berhati-hati dan mawas diri lagi.

Akhirnya tanpa pikir panjang, gw putusin untuk puter balik alias go home. Untung nya hape gw bisa sms banking, tapi sebelumnya gw bikin laporan kehilangan dulu ke polisi setempat.

Singkat cerita, gw balik besoknya pakai kereta api lagi.

Solo backpacker emang asyik, tapi kalo ga hati-hati begini jadi nya. Dan kedepannya gw harus pikir berulang kali untuk jalan sendiri lagi.

Minggu pagi gw jalan pulang, dengan rasa menyesal maybe. Tapi mau gimana lagi, solo backpacker jiwa gw. Dan beberapa bulan gw tetep jalan lagi, mantai lagi.

Dan akhirnya, satu kata yang gw bisa bilang, "awsome" ya walau kejadian kecil waktu itu gw harus alami tapi tetap gw masih pengen nikmati sunset di pantai yang indah.

Terimakasih gw ucapin buat kalian yang udah baca kisah gw.

SELESAI

Selasa, 16 Februari 2016

Cerpen: Solo Backpacker (part II)

Hari itu hujan turun, jam nunjukin pukul 8 malam. Gw yang udah dari tadi sampe di stasiun pasar senen, masih sabar nunggu kereta datang. Sesekali gw liat smartphone gw yang sepi, karena biasanya selalu ada bbm yang bunyi, entah itu dari group atau pun dari cwe gw (tepatnya mantan).

Seperti biasa, kalo gw jalan, selalu update status. Dan kali ini pun demikian, gw tulis pm di bbm.

"Perjalanan di mulai #Jkt - #Jogja "

Begitu yang gw tulis, iya singkat, karena cuma buat ngasih tau temen aja.

Tiba-tiba ga lama abis gw tulis pm itu, bbm bunyi, "Backpackeran lagi bro?" kata temen gw, rudi. "Iya bro" jawab gw singkat.

"Asyikkk... Oleh-oleh lah bakpia.."

"Gw cuma mampir aja bro ke jogja.."

"Woles bro, becanda gw hahaa"

Tanpa gw bales, gw langsung jalan ke pintu masuk karena kereta nya udah dateng. Mana hujan nya masih deras lagi, alhasil gw sempet basah kena hujan pas masuk ke kereta.

Seperti biasa masuk gerbong dan cari tempat duduk (sesuai tiket pastinya). Pas banget, gw dapet kursi deket jendela, sebelahnya masih kosong, depan gw juga kosong. Hahaa enak nih bisa selonjoran (bahasa mana ini).

Kereta mulai jalan, dan gw mulai ngecas hp (persiapan aja kan perjalanan jauh hahaa). Ga lama dari itu, ada cwe duduk depan gw sambil liat tiket dan nomor duduk. Dia keliatannya masih kuliah atau gw aja yang sotoy (so tau) padahal belum kenal.

"Kemana mbak?" tanya gw basa basi

"Jogja mas.." jawab dia ramah

"Oh jogja juga, kirain ke bali" (sumpah garing banget jokes gw)

Dia cuma jawab senyum, sambil sibuk maenin hp. Mungkin ngabarin pacarnya, biasanya kan gitu "aku udah di kereta nih, ini udah jalan kok" gw banget tuh. Tapi karena gw udah putus, (tepatnya cwe gw sendiri yang ngasih pilihan itu) jadi ga perlu lagi ngabarin dia (iya, udah mantan) rasanya sih ada yang beda aja. Karena hampir 2 tahun ini gw begitu sama dia, kangen? Ga lah! Gw harus move on!

Selama perjalanan gw harus duduk dengan posisi kereta jalannya mundur (bukan keretanya yang mundur, tapi gw nya yang duduk hadep belakang).

"Mas kuliah di jogja" tanya cwe tadi.

"Oh enggak, saya main aja" jawab gw "mbak nya kuliah?" tanya gw balik

"Aku juga main aja, kebetulan lagi libur kerja"

"Kerja dimana mbak?"

"Di jakarta, udah biasa tiap minggu aku jalan" jawab cwe yang duduk depan gw. Keliatan sih dari barang bawaan dia, sama kayak punya gw.

"Udah jalan kemana aja mbak?" tanya gw lagi (lumayan kepo gw) "pasti udah banyak ya pengalaman nya" tambah gw

"Yaa lumayan sih, gw belum, ke lombok aja. Bali udah 2 minggu yang lalu, pengen ke lombok makanya ambil cuti 3 hari.." jawabnya lagi

"Niat banget ya mbak hehe"

"Jangan panggil mbak dong..."

"Terus apa? Ibu? Hahaa"

Sambil ngasih tangannya, panggil aja nadia. "Rizki" jawab gw.

Ini man! Bener kata pepatah kuno, "patah tumbuh, hilang berganti. mati satu, tumbuh seribu..." (anjirrr kenapa gw jadi baper)

Gimana ga sob, dia suka travelling kayak gw gini. Cocok jadi patner hati gw nih hahaa

"Oh jadi ceritanya sekarang backpackeran ke jogja nih?" tanya gw

"Ga juga sih sebenernya, aku justru mau ke lombok.." jawabnya

Apa? Lombok? Sama kayak gw dong? Kok bisa begitu ya? Hahaa kebetulan yang di harapkan (tapi belum tentu juga sih hahaa).

"Wah kok kita bisa sama gini.." jawab gw sambil ketawa

"Masa? Kamu juga mau ke lombok?"

"Iya, tapi tar, aku mau nikmatin perjalanan dulu. Keliling jogja seharian, terus langsung jalan lagi rencananya. Surabaya nyebrang bali dan terakhir lombok.." jawab gw

"Lah kok kita sama tujuannya?" jawab nadia sambil ketawa

"Serius?" tanya gw yang ikutan ketawa ga percaya

Backpackeran kali ini bener-bener bikin gw tercengang (bahasa gw lebay amat) mulai dari putus sama pacar, sampe kenalan sama cwe yang gw banget (dalam tanda kutip). Wah gw penasaran apa lagi yang bakal terjadi dalam 3 hari ke depan.

Singkat cerita gw sama nadia ngobrol ngalor ngidul, sampe ga tau apaan lagi yang mau di obrolin. Awalnya sih kita ngobrol tentang kesamaan hobi, lama-lama saling curhat (termasuk gw) soal pasangan masing-masing.

Gw jadi tau kenapa orang kayak kita (yang suka jalan-jalan) susah dapet pasangan yang sama, pasti selalu aja dia bertolak belakang (dan sialnya pacar eh mantan gw juga begitu). Dan baru kali ini gw nyambung sama cwe, kebetulan yang aneh hahaa sumpah gw udah "klik" sama dia (persetan dengan baru kenal haha) mungkin ini udah rencana Tuhan (pasti tuh).

Btw gw sampe jogja pagi dan langsung otw gunung kidul (sama nadia juga) buat mantai pastinya. Sebelumnya gw sewa motor dan cari penginapan di sekitaran jalan malioboro. Termasuk juga nadia, bareng gw pastinya (jangan ngiri ya haha) karena kita sama-sama solo backpacker (tapi akhirnya jadi berdua). Gw sepakat sama dia buat ke pantai karena katanya dia juga (emang) suka pantai.

Lanjut part III

Senin, 15 Februari 2016

Cerpen: Solo Backpacker

Perjalanan gw berawal dari hoby, karena dari dulu gw sudah suka Alam, apalagi pantai. Hampir setiap weekend gw ke pantai. Entah lah sejak kapan tepatnya gw suka pantai. Dan gw juga tanpa sadar sangat nikmatin di setiap minggunya, hahaha bahkan hampir tiap minggunya gw ganti nyacari pantai yang baru. Iya! Hampir tiap ada kesempatan gw jalan ke pantai yang lain, yang belum pernah, sekedar ngelihat sunset atau pun buat ketenangan aja.

"Ki, weekend besok lo kemana?" tanya Robi, teman kuliahku dulu. "Sibuk gw bi.." jawab gw singkat. "Ah..palingan lo sibuk mantai kan? Ayo lah kumpul di cafe biasa, ada Rio sama Rudi juga.." bujuk dia.

Sayangnya gw bukan tipe yang suka nongkrong di cafe, mall, atau tempat tongkrongan anak muda kebanyakan. Entah kenapa jiwa gw lebih ke alam, apa lagi kalau udah urusan pantai.

"Sory bi, gw ga bisa, jumat malem gw berangkat ke Lombok. Udah booking tiket kereta gw."

"Lahhh... gimana ceritanya lo ke lombok naek kereta? ga sehat lo ki?" tanya dia lagi.

Akhirnya gw jelasin, panjang lebar gw ngomong biar dia ngerti, dari mulai A sampe Z udah keluar dari mulut gw biar dia ngerti. Dan katanya sih ngerti, ya udah lah ya namanya juga temen.

"Oke sippp lah kalo gitu, hati-hati aja lo di jalan, kalo ada apa-apa telpon gw aja.." jawab dia sambil pergi pamit pulang.

Besoknya, hari selasa, giliran cwek gw yang maksa pengen ikut. Hadeh ini juga yang sering bikin gw males, kemarin udah ijinin gw jalan, makanya langsung beli tiket.

"Beb, aku ikut yah?"

Kata cwek gw, padahal biasanya juga ga suka yang beginian (backpacker). Cwe gw ini type nya yang suka jalan ke mall, nonton, atau kalo ga, nemenin ke salon (aduh cwek banget lah pokoknya).

"Kamu kan ga suka yang kayak gini beb, katanya cape di jalan. Ga inget apa pas kita ke jogja kemarin? Kamu mabok, muntah-muntah, ga betah, terus pengen pulang kan? Akhirnya kita balik lagi kan?" jawab gw agak emosi

Dia cuma diem, bibirnya di tekuk, tau kan kalo cwe lagi ngambek ga di turutin? Yah begitu lah.

"Ya udah kalo gitu, kamu ajak aku atau kita putus?"

Anjritttt....gila ga tuh? Pilihan macam apa coba? Kalo pun gw ajak yang ada minta pulang lagi, gw emang sayang sama dia, tapi kalo dia egois begitu ya mendingan putus.

"Okeh kalo kamu maunya putus, tapi inget jangan pernah ngajak balik!"

Gw tutup telpon nya! Tut..Tut..Tut..
Dia nelpon lagi dan lagi, tapi gak gw angkat. Gw emang bukan type cwok yang mudah berubah pikiran. Dan gw ga nyesel, karena dia yang minta putus. Bagi gw, pacar itu support, bukan malah bikin ribet!

Lyndia, pacar gw emang cwe yang cantik, dia juga cukup populer di medsos. Iya, di medsos setiap di posting poto pasti udah ratusan yang like, dengan rambut panjang lurusnya yang kadang bikin gw ribet. Iya, ke salon terus!

Sedangkan gw? Rizki, Iyaaa gw ga sepopuler dia di medsos, gw juga jarang update poto selfi karena ga suka.

2 tahun yang lalu gw lulus kuliah, di salah satu kampus swasta di Jakarta. Dan temasuk pacar gw juga (sekarang mantan ya) dulu kenalnya di kampus, bedanya, gw lebih senior 2 angkatan. Walaupun begitu, dia kuliah, lulus duluan dari pada gw. Iya! Mungkin karena gw sibuk di jalan terus, tapi akhirnya lulus juga dan orang tua gw juga bangga (anaknya bungsunya lulus juga).

Setelah lulus kuliah, gw rintis usaha sablon kaos. Walaupun emang hasilnya ga nentu, tapi lumayan lah ada untungnya dikit. Usaha gw jalanin secara online, awalnya gw sendiri tapi sekarang udah ada yang handle. Dan gw? Free!

Makanya tiap weekend gw bisa jalan ke luar, ya lo tau lah gw sukanya pantai. Pernah sih ada yang ngajak ke gunung, tapi ga tau kenapa gw ga pernah mau kalo di ajak. Kalo ke pantai baru okeh, hahaha itu pun gw lebih sering sendiri dan jauh biasanya.

Hari kamis, malam itu gw siapin apa yang mesti gw bawa. Seperti biasa tas cariell (gimana ya tulisannya hahaa kalian ngerti lah yang gw maksud apa), baju ganti secukupnya, obat-obat (bukan narkoba cuy), stok makanan, dan lainnya gw ga terlalu inget. Dan... Semuanya udah siap, tinggal besok berangkat aja.

Hari jumat sore gw udah jalan dari rumah, karena jadwal kereta gw sekitar jam 9 malem. Rute perjalanan awal gw Pasar Senen (Jkt) - Lempuyangan (Jogja). Emang gw udah niatin ini perjalanan, walaupun tujuan utama gw ke lombok. Kalian tau lah pantai-pantai di lombok kayak apa, awsome cuy! Hihi gw ga sabar sih, jujur gw pengen nya cepet sampe lombok. Tapi ini bukan soal ga ada uang cuy, bukan sama sekali. Gw bisa aja terbang jkt - lombok, tapi seni nya yang ga dapet. Dan seperti kata pepatah, "sambil menyelam, minum air" yups! Gw mau nikmati airnya! Tujuan gw ke lombok, dan gw mau nikmati solo backpackeran gw ke beberapa tempat. Jogja, surabaya, bali dan terakhir lombok. Asyik kan?

Lanjut Part II

Senin, 01 Februari 2016

Bandung, Destinasi Anda Selanjutnya?

Indonesia itu indah, iya! Begitu lah kata yang sering kali kita dengar dari beberapa postingan di media sosial, yang memang kita membenarkannya.

Mungkin banyak orang yang bangga setiap kali memposting foto-foto liburannya di luar negeri, tapi tahu kah anda bahwa Indonesia yang kita cintai ini begitu banyak tempat yang mesti anda banggakan.

Berikut ini saya khusus akan membahas destinasi yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya, yang akan membuat anda merasa bangga dengan Indonesia.

1.Alun-Alun Kota Bandung 

2.Taman Balai Kota

3.Jl. Braga

4.Goa Pakar

5.Taman Film

6.Situ Patenggang

7.Curug Dago

8.Bukit Keraton

9.Kawah Putih, Ciwidey

10.Bukit Bintang Moko

Bagaimana, Anda tertarik Travelling ke Bandung?

Terimakasih, sumber gambar/foto di ambil dari >> Indonesia ID Bandung (facebook).