Hallo sahabat, kali ini tulisanku-ini membahas tentang wisata sejarah Titik nol km Anyer - Panarukan yang mungkin akan menjadi destinasi liburan sahabat selanjutnya. Untuk sahabat yang suka Travelling atau jalan-jalan sekaligus juga berkenalan dengan sejarah, tempat ini dirasa cocok dijadikan tujuan.
![]() |
| Tugu nol km Anyer - Panarukan |
Selain di kenal keindahan pantainya, anyer pun mempunyai daya tarik tersendiri dengan Mercusuar-nya yang berdiri kokoh di pinggir jalan. Dibelakangnya, terdapat tugu nol km Anyer - Panarukan dekat bibir pantai yang cukup membuat mata sahabat "tersihir" akan birunya air laut dan langit di atasnya (kalau cuaca bagus sih).
![]() |
| Tugu nol km Anyer - Panarukan |
Sebelum masuk kedalam (area parkir mobil/motor), saya sempatkan untuk makan siang (dulu) di resto yang tepat berada di sebrang jalan. Lagi-lagi karena tempat makan nya rame (bohong! bilang aja lu laper) dan biasanya itu enak, betul ga sahabat? :)) Btw waktu itu saya bareng pacar kesana nya sahabat (gak penting! Kenapa dibahas juga?).
Setelah selesai makan, akhir tiba saat nya untuk masuk kedalam. Daaannnn........
Ternyata parkiran penuh loh sahabat (ampe pusing nyari tempat kosong) tapi syukurnya ada orang yang keluar, jadi ada tempat kosong kan hehe.
Kembali ke topik, Titik nol km Anyer - Panarukan sejarahnya yang saya baca ternyata tempat pertama kalinya Herman Willem Daendels menginjakkan kakinya di Indonesia, dan itu disini, Banten. Dalam sejarahnya, Daendels merupakan Gubernur Jendral Hindia Belanda ke 36 yang memerintah dari Tahun 1808-1811. Selain membangun rute Batavia - Banten, pada Tahun 1809-1810, juga membangun jalan dengan panjang 1000 km dari Anyer - Panarukan.
Kemudian Daendels membangun sebuah Mercusuar, yang pada akhirnya juga hancur ketika terjadi tragedi Krakatau Tahun 1883. Tidak lama setelahnya, atau dua tahun kemudian, dibangun kembali Mercusuar tersebut oleh Raja Belanda pada saat itu Z.M Willem III yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Menara ini juga membantu para kapal-kapal yang berlayar pada waktu malam, agar tidak tersesat akhirnya ~ (mirip lagu siapa ya?)
Mercusuar ini memiliki tinggi 75, 5 meter dengan jumlah lantai 18. Di lantai paling atas ada lampu suar dengan penutup setengah bola yang bisa berputar 360 derajat. Lampu ini sahabat, cahayanya, katanya bisa menjangkau sampai dengan 20 mil (wow gitu). Tapi saya juga memang belum pernah masuk bahkan naik ke lantai paling atasnya, karena terus terang saya takut ketinggian sahabat (ngeles! bilang aja waktu itu rame, males antri, atau emang ga mau). Kalau cuaca cerah, kalian bisa melihat birunya air laut selaras dengan langitnya, begitu saya saksikan waktu itu sahabat. Memang tidak disarankan untuk berenang (apa lagi menyelam) karena ditempat ini karang dan batunya besar sahabat (sampe buat di pake moto juga bisa).
![]() |
| Mercusuar Anyer |
Mercusuar ini memiliki tinggi 75, 5 meter dengan jumlah lantai 18. Di lantai paling atas ada lampu suar dengan penutup setengah bola yang bisa berputar 360 derajat. Lampu ini sahabat, cahayanya, katanya bisa menjangkau sampai dengan 20 mil (wow gitu). Tapi saya juga memang belum pernah masuk bahkan naik ke lantai paling atasnya, karena terus terang saya takut ketinggian sahabat (ngeles! bilang aja waktu itu rame, males antri, atau emang ga mau). Kalau cuaca cerah, kalian bisa melihat birunya air laut selaras dengan langitnya, begitu saya saksikan waktu itu sahabat. Memang tidak disarankan untuk berenang (apa lagi menyelam) karena ditempat ini karang dan batunya besar sahabat (sampe buat di pake moto juga bisa).
![]() |
| foto di atas batu karang hihi |
Percis (tepat, red) di belakang foto di atas menunjukan seperti jalanan di tengah air laut? Iya! Betul sahabat! Bagi yang belum pernah, langsung aja cek beberapa gambar berikutnya yang saya abadikan menggunakan kamera hp. Jadi kualitas gambarnya seadaanya ya (yang penting kan moment tidak terlewatkan). Langsung aja check this out!
Akhirnya catatan tulisanku-ini tentang Titik nol km Anyer - Panarukan sampai disini saja sahabat, mungkin lain kali dapat kita bahas tentang sejarahnya lebih detail lagi. Saya disini hanya berbagi saja, kebetulan juga memang pernah kesana. Mungkin lain kesempatan saya bisa kesana lagi (kalo ada yang mau nemenin hehe) terakhir dari saya, "Mari kita belajar dari sejarah, karena dengan kita tahu sejarah, kita dapat menghargai sejarah.."
Terimakasih






Tidak ada komentar:
Posting Komentar